Berjumpa di Kubah Masjid Galvalum di Sofifi Maluku Utara

Berjumpa di Kubah Masjid Galvalum di Sofifi Maluku Utara

Berjumpa di Kubah Masjid Galvalum di Sofifi Maluku Utara

Sudah sekitar seminggu aku dan teman teman pondok meninggalkan Kubah Masjid Galvalum dekat kediaman bapak Mahmud dan kini kami telah tiba di pesantren lagi. Setelah beberapa hari kami melakukan rutinitas seperti biasa lagi. Beberapa anak pondok meminta kami untuk menceritakan pengalaman yang kami lalui saat berada di rumah bapak Mahmud.
Kekeliruan seseorang anggota kabilah pada kabilah beda jadi tanggung jawab kabilahnya, hingga ancaman pada salah seseorang anggota kabilah bermakna ancaman pada kabilah yang berkaitan. Mengakibatkan, sering berlangsung perseteruan antar kabilah yang bisa melahirkan peperangan. Tiap-tiap kabilah mempunyai patung sendiri, hingga tidak kurang dari 360 buah patung bertengger Kubah Masjid Galvalum di sekitaran Ka’bah. Mereka yakin kalau menyembah berhala-berhala itu bukanlah menyembah pada bentuk berhala itu, namun hal itu ditujukan jadi penghubung untuk menyembah Tuhan Jahiliah Ke-2, berjalan kurang lebih 150 th. sebelumnya Islam lahir serta sejarahnya dapat di ketahui agak terang. Masa itu dimaksud jaman jahiliah karna kemerosotan moral sudah menempa bangsa Arab. Mereka Kubah Masjid Galvalum ada dalam kegelapan serta kebodohan dalam soal agama, serta bukanlah dalam soal yang beda, seperti ekonomi perdagangan serta seni sastra yang mana dalam dua hal paling akhir ini bangsa Arab sudah menjangkau perubahan yang cepat. Bangsa Arab sebelumnya Islam telah mengetahui bebrapa basic sebagian cabang ilmu dan pengetahuan, bahkan juga Kubah Masjid Galvalum dalam soal seni sastra mereka sudah menjangkau tingkat perkembangan yang cepat. Syair-syair Arab jahiliah sangat kaya dengan info yang terkait dengan peradaban mereka itu.
Ditinjau dari segi peradabannya, bangsa Arab terdiri. Peradaban yang berbentuk rohani. Peradaban ini semakin banyak sehubungan dengan bhs serta syair Arab Jahili, dimana keduanya memberi deskripsi yang pasti mengenai pemikiran-pemikiran serta tunjukkan tingkat perkembangan dalam kehidupan Kubah Masjid Galvalum mereka. Dalam bhs misalnya, bhs Arab Quraisy yang memiliki ushlub yang kuat, kaya makna, persamaan kata dengan bicara yang halus serta pengungkapan yang ringkas, jadi bhs komunikasi karena perubahan cepat serta kebangkitan sastra Mekkah dimana Mekkah yaitu pusat perniagaan jalur utara serta selatan dengan pasar-pasarnya yang jadikan jadi tempat perlombaan syair Jahili. Kedudukannya makin tinggi saat bhs Arab Quraisy itu dipakai jadi bhs al-Qur’an. Peradaban yang berbentuk materi.
Bangsa Arab sudah menjangkau peradaban yang tinggi pada orang-orang yang hidup tinggal di pesisir jazirah Arab. Di Yaman, suku Qahthaniyah umpamanya sudah membangun kerajaan Qutbah, kerajaan Saba’ yang sudah berhasil membuat bendungan Ma’arib yang dapat sediakan air untuk pertanian serta sumber air untuk semua lokasi kerajaan serta kerajaan Himyar yang memiliki kemampuan ar Kubah Masjid Galvalum mada niaga laut hingga berhasil memonopoli perniagaan waktu itu. Sosial-Politik Bangsa Arab Dengan sosial-politik, jazirah Arab terdiri atas tiga lokasi, yakni : Lokasi Selatan yang dimaksud Yaman, adalah lokasi dengan tanah yang subur karna seringkali berlangsung hujan. Di lokasi ini, keluar kerajaan Arab yang besar seperti kerajaan Saba’ serta Himyar. Lokasi Tengah yang dimaksud Hijaz, adalah lokasi yang begitu tandus serta jadi rumah untuk umumnya suku Badui. Lokasi Utara, adalah lokasi yang bersebelahan dengan Bizantium serta Persia hingga kondisinya bisa disebutkan sama-sama untungkan pada bangsa Arab dengan Persia serta Bizantium.