Blok Jual Bibit dan Pohon Pule

Blok Jual Bibit dan Pohon Pule

Blok Jual Bibit dan Pohon Pule

Mendengar  adzan subuh di pagi hari sejenak  jalan menjadi hening. Terlihat banyak orang yang tidak menyangka jika KH As’ad berangkat ke masjid dengan menggunakan baju warna putih. Berjalan kaki dengan menggunakan tongkat dan sedikit sayat-sayat. Saat melewati tempat yang gelap terlihat seperti sesosok yang menakutkan. Ketika itu, ada salah satu seorang pemuda yang melihat KH As’ad sedang berjalan menuju masjid. Dia sangat mrinding ketika melihat sosok putih di kegelapan yang menggunakan tongkat. Dia lari sanagat kencang ke menuju masjid. Saat itu dia sedang ingin jama’ah sholat subuh. Dan kebetulan rumahnya lebih dekat dibandingkan dengan KH As’ad ini. tanpa pikir panjang dia langsung masuk masjid dan duduk di samping pak sholeh. Yang saat itu sedang adzan di dalam masjid. Selesai adzan pak sholeh menanyakan ada apa dengannya. Dia menjawab telah bertemu sosok putih di luar. Pak soleh dengan rasa santai menjawab bahwa kalau sudah adzan subuh di kumandangkan tidak ada setan atau jin yang berkeliaran kepada pemuda ini. Pemuda yang sehari-hari Jual Bibit dan Pohon Pule ini tetap ketakutan dengan apa yang telah dilihatnya. Pemuda yang berkeringat dan kelihatan sangat ketakutan ini tetap duduk di samping pak sholeh. Pak sholeh yang duduk di sampingnya melihat ke luar masjid.

Tidak lama kemudian, pak sholeh melihat keluar rumah. Terlihat KH As’ad sedang berjalan di depan masjid. Pak sholeh langsung memberikan tanda bahwa sholat jama’ah akan segera dilaksanakan. Saat itu, pemuda itu tetap duduk di sampingnya sambil menghadap ke barat dan memegang kedua dadanya. Terlihat keringat masih mengucur di tubuhnya. KH As’ad memulai jamaah sholat subuh. Terlihat seorang pemuda mengikuti sholat di pagi itu. Selesai sholat subuh pak sholeh mengajak pemuda ini keluar masjid. Dan pemuda ini mengikutinya. Sesampai di luar masjid pak sholeh memberitahu bahwa tadi sosok putih yang lewat adalah KH As’ad yang sedang berangkat ke masjid. Pemuda ini sempat tidak percaya. Kemudian bapak sholeh menunjukkan pula tongkat yang di taruh di serambi masjid. Dengan suara lirih pak sholeh memberitahukan semua itu. Kemudian pemuda teringat bahwa tetangganya yang memasang blok Jual Bibit dan Pohon Pule di depan rumahnya memang menggunakan penerangan di samping jalan raya. Pemuda yang baru percaya bahwa yang dia temui sebelum berangkat ke masjid adalah KH As’ad, langsung tertawa lebar. Pak sholeh juga tertawa. Tiba-tiba KH As’ad keluar masjid dan menanyakan ada apa. Dan ternyata KH As’ad sudah tahu bahwa pemuda tersebut lari kencan menuju masjid ketika melihat dirinya saat di bawah blok Jual Bibit dan Pohon Pule milik pak So’ib.