Hidup Dengan Jual Bibit dan Pohon Pule

Hidup Dengan Jual Bibit dan Pohon Pule

 Hidup Dengan Jual Bibit dan Pohon Pule

Tangan kreatif mulai menjarah mata kucing, tengah jalan berbentuk setengah lingkaran bola golf terbuat dari kaca yang baru ini di pasang di depan tokonya. Tindakan tersebut sangat masyarakat mengingat tengah jalan yang dapat bersinar jika terkena sorotan lampu pada malam hari itu. Bapak Sulistiono, warga Jl Merapi Kota Blitar ini misalnya. Dirinya harus berhati-hati saat di jalan waktu malam. Menurutnya mata kucing ini sangat penting. Saat mengembangkan usahanya sebagai pedagang bibit diasemapt tidak percaya akan keuntungan yang akan merka dapatkan nantinya. Dia melihat bahwa jualan tanaman tidak dapat bertahan lama. Karena tanaman yang semakin hari bertumbuh akan merugi jika tidak epat-cepak di tangan konsumen. Tetapi saat ini pak sulistiono nekat untuk menjual bibit pule. Beliau petama kalinya tidak belajar pengalaman dari siapapun. Menurutnya dia ingin Jual Bibit dan Pohon Pule itu maka dia harus menjual itu. kemudian dia memulai jual bibit.

Dengan cara ia berkeliling menjajakan dagangannya dari kampung satu ke kampung satunya. Saat itu, dia belum menguasai minat konsumen yang disukai. Dalam satu hari dagangannya hanya laku sebanyak satu pohon dan satu bibit saja. Pembeli rata-rata sudah memiliki pandangan tanaman yang bagus seperti apa. Dan salah satu pembeli memberitahu kepada pak sulistiono bahwa adiknya juga Jual Bibit dan Pohon Pule di dekat rumahnya pak sulistiono. Saat itu pak sulistiono tidak menghiraukan tetapi beliau juga tahu tetangganya yang di maksud pembeli tersebut. Sudah tiga bulan lamanya, pak sulistiono menjual bibit dan pohon pule akan tetapi setiap hari paling banyak terjual dua pohon dan tiga bibit saja. Pak sulistiono mengalami kerugian. Namun, dia tetap berkeliling menjajakan dagangannya. Tetapi para pembeli merasa kebesaran akan bibit dan pohon yang seukuran tersebut. Pembeli memilih yang masih agak kecil karena jika di tanam peluang untuk hidupnya lebih banyak.

Hari yang terik membuat pak sulistiono berteduh sebentar di bawah pohon pinggir jalan. Dia melihat ada seorang yang kebetulan juga Jual Bibit dan Pohon Pule. Beliau langsung menghampiri pedagang tersebut. Dia bertanya sudah terjual berapa saat ini. Dan penjual itu menjawab sudah sekitar sepuluh bibit dan lima pohon pule, tinggal masing-masing sebanyak lima batang. Kemudian bapak sulistiono bercerita keadaan yang dia alami saat ini. Pedagang tersebut langsung memberikan alamat penjual bibit yang dia ambil. Dan pak sulistiono percaya. Keesokan harinya, dia bertemu seorang yang menjual bibit tersebut. kemudian bapak separuh baya ini menceritakan bahwa pemasaran bibit harus seperti ini. kemudian bapak sulistiono mencoba saran bapak tersebut. Dan akhirnya Jual Bibit dan Pohon Pule sukses.