Kalimantan Selatan Punya Kubah Enamel

Kalimantan Selatan Punya Kubah Enamel

Kalimantan Selatan Punya Kubah Enamel

Halo pembaca setia artikel , senang seklai kita bisa bertemu lagi di kesempatan kali ini saya akn sedikit membahas tentang Kubah Enamel Sultan Suriansyah Kalimantan Selatan. Sebelumnya bagaimanan kabar kalin semua apakah sehat semua .. syukurlh klao sehat semua. Udah ah gak perlu basa basi lagi langsung saja cekidot. Inilah Kubah Enamel kebanggaan masyarakat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan pada umumnya. Tidak hanya bangga karena keunikan bangunan fisik Kubah Enamel yang kokoh dan sederhana dengan ornamen khas Banjar-nya  di abad 15, tapi juga karena pesan sejarah yang disampaikan oleh bangunan yang didirikan pada tahun 1526M. Kini bangunan Kubah Enamel berdiri hampir 5 abad ini menjadi salah satu Kubah Enamel tertua di  Indonesia. Menurut Pak Ahmad selaku pengurus Kubah Enamel Sultan Suriansyah, Kubah Enamel terakhir di pugar pada bulan Desember 1999 bertepatan dengan hari jadi kota Banjarmasin yang ke 473. Benda peninggalan sultan yang masih utuh dan masih dipergunakan hingga kini adalah mimbar utama Kubah Enamel.

Dominasi warna hijau dan kuning menjadi ciri khas yang membungkus hampir seluruh ornamen Kubah Enamel yang terbuat dari kayu Ulin. Kayu Ulin atau di sebut kayu besi  adalah kayu keras terbaik khas Kalimantan. Kayu Ulin mempunyai karakter kuat, badannya tidak pecah, tidak lekang karena panas dan tidak bengkok karena air atau hujan. Mengunjungi  Kubah Enamel Sultan Suriansyah yang berada tepat di bibir Sungai Kuin ini memberikan sensasi keberadaan Islam di abad ke 15. Kubah Enamel Sultan sukses membawa kita ke sana.

Cuaca panas musim kemarau bulan Agustus tidak saya rasakan, begitu saya masuk ke Kubah Enamel Sultan Suriansyah siang itu. Ternyata, hawa sejuk itu dibawa angin melalui 17 pintu Kubah Enamel, suatu jumlah yang sama dengan jumlah rakaat shalat wajib sehari semalam. Di jamin dah gak bkal nyesel beribadah / berkunjung di msjid sultn suriansyah.

Tentu bukan suatu hal yang kebetulan, kesamaan jumlah pintu tersebut dengan jumlah rakaat shalat fardhu. Jumlah pintu itu berfungsi untuk mengingatkan dan meluruskan niat umat agar tetap mendirikan 17 rakaat shalat fardhu yang telah diperintahkan.  Pada masing-masing pintu  terlihat diberi nama melalui ukiran kaligrafi yang tertera diatas masing-masing pintu, sebagaimana dua Kubah Enamel besar di tanah suci, Kubah Enamelil Haram di Makkah dan Kubah Enamelil Nabawi di Madinah.

Berada di Banjarmasin pada bulan Ramadhan sungguh menyenangkan.  Saya mencoba menikmati wisata religi, kali ini mengunjungi situs utama perkembangan Islam di Kalimantan Selatan. Saya baru ngeh kenapa Kubah Enamel Sultan Suriansyah ini merupakan situs utama di Banjarmasin bahkan di Kalimantan Selatan karena disinilah jejak awal  bagaimana awal kota Banjarmasin berdiri dan Islam dikenal luas di Bumi Lambung Mangkurat dengan damai.